🌹Dedaunan, Shalawat, dan Air Mata🌹
Dikisahkan seorang ibu berusia lanjut (sebut saja namanya Aisyah) yang setiap hari beliau mendatangi sebuah mesjid yang terletak tidak jauh dari kediamannya. Ibu Aisyah datang ke mesjid tersebut untuk membersihkan dedaunan yang berjatuhan di halaman mesjid.
Ibu Aisyah membersihkannya tidak menggunakan sapu atau kerokan yang umum digunakan oleh orang-orang, melainkan menggunakan sebuah tongkat yang di ujungnya terdapat paku.
Beberapa remaja mesjid yang sering memperhatikan ibu Aisyah pun kebingungan melihat beliau membersihkan dedaunan yang jumlahnya tidak sedikit itu satu demi satu. Kalau saja Ibu Aisyah membersihkannya menggunakan sapu atau semacamnya, tentu tidak akan membutuhkan waktu lama.
Hingga pada suatu pagi, salah seorang remaja mesjid membersihkan halaman mesjid itu sebelum ibu Aisyah datang.
Tak lama setelah itu, ibu Aisyah pun datang ke mesjid untuk melakukan rutinitasnya. Sesampainya di sana, beliau mendapati bahwa halaman mesjid sudah bersih dari dedaunan.
Sontak air mata Ibu Aisyah tumpah karenanya. Tersebab penasaran, salah seorang remaja mesjid pun bertanya kepadanya; "mengapa ibu menangis?"
Kemudian ibu Aisyah pun menjawab; "Bagaimana aku tidak menangis? Karena tiap-tiap daun itulah yang mengiringi saya untuk bershalawat kepada Rasulullah".
Catatan: dikutip dari kajia Ust. Syafiq Riza Basalamah berjudul 'Buktikan Cinamu'.
Ambil hikmahnya, amalkan kebaikannya, buang keburukannya.
Semoga bermanfaat 🌹
Komentar
Posting Komentar