Postingan

Filosofia

(Saya adalah pembaca setia dari setiap tulisan saya.) ----- Nama merupakan pemberian orang tua yang di dalamnya telah mereka selipkan do'a serta pengharapan, yang tidak lain agar segala kebaikan senantiasa membersamai buah hatinya. Nah, ketika kita menemui seorang penulis atau seseorang yang gemar menulis tidak menggunakan nama aslinya pada setiap tulisannya, bukan berarti orang itu tidak bangga, tidak menghargai, atau tidak bersyukur atas nama yang diberikan orang tua kepadanya. Sebagian besar penulis atau orang yang gemar menulis menggunakan nama samaran (baca: nama pena) dengan maksud dan tujuan tertentu. Beberapa di antara alasan mengapa seorang penulis menggunakan nama pena dapat kita baca atau pelajari (jika memang ingin tahu) pada kajian Sejarah Sastra di Indonesia. Tulisan saya kali ini tidak akan menjabarkan terkait sejarah sastra, tetapi saya akan sedikit memaparkan filosofi dan arti dari nama pena saya. Novel Bumi Cinta merupakan novel pertama yang 'berhasil'...

Memahami, memahamkan :)

Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh Sebenarnya saya ingin menulis hal ini sejak 2 hari lalu, tetapi mengkhawatirkan akan lebih banyak mudarat daripada manfaat, maka saya urungkan niat itu. Namun, jemari saya terkadang tak cukup mampu bersabar untuk hal-hal semacam ini. Pun, bukan sepenuhnya ini kesalahan sang jemari, sebab ada hati dan otak yg berkolaborasi sehingga membuatnya berbuat demikian. Maka, lagi-lagi saya memberanikan diri menuangkan pendapat melalui beberapa paragraf di bawah ini. Saya tidak akan bicara dari segi IPA, sebab sewaktu SMA nilai IPA saya tidak terlalu bisa dibanggakan. Saya juga tidak akan bicara dari segi AGAMA, sebab ada guru-guru kita yang ilmunya jauh lebih mempuni, yang tak hanya mampu menyuguhkan  pendapat, tetapi juga menyuguhkan dalil-dalil yang kuat lagi menguatkan. Terkait yang sedang dinanti-nanti banyak orang dengan banyak perencanaan; 'Tahun Baru Masehi'. Ya, saya pernah menjadi orang yang menantikan saat pergantian antara puk...

Kepada Tujuku

Jarangnya perjumpaan kita tak lantas membuat cintaku padamu mengusang. Aku tak pernah khawatir rinduku terbalaskan atau tidak olehmu, yang aku tahu pada tiap langkahku ada ribuan do'a yang kau gumamkan dari kejauhan. Terima kasih, walau kau tak pernah berjanji untuk mencintaiku, namun kau selalu menunjukan padaku makna setia. Semoga Ayah disayang Allah❤

🌹Indah dalam Keterjagaan🌹

Kalau hari ini kita merasa tidak punya harta, bukan kah kita punya Allah yang Maha Kaya? Kalau hari ini kita merasa tidak berilmu, bukan kah kita selalu hidup dengan Allah yang Maha Tahu? (MBDTJ) Seseorang (wanita) akan menjadi indah apabila dia tidak memburukan dirinya (kufur nikmat). Seseorang (wanita) akan menjadi indah apabila dia yakin Allah akan mengindahkannya. Dan seseorang yang  meyakini bahwa keindahan itu merupakan titipan Allah untuknya, maka yakinlah ia akan berterimakasih pada Allah dengan cara menjaga sebaik mungkin keindahan itu.

Yang Tak Akan Terlewatkan

"Apa yang telah melewatkanku tidak pernah menjadi takdirku, dan apa yang menjadi takdirku tidak akan pernah melewatkaknku" (Ummar bin Khattab) Untuk sekarang, sedikit banyak saya memang mengkhawatirkan tentang jauhya jarak ini. Namun, lagi-lagi, saya sudah terbiasa dengan tak pernahnya ada sua dan suara di antara kita. Mungkin, kamu tak pernah berjanji untuk lekas datang menjemput. Saya juga tak berikrar untuk setia menanti. Namun, lagi-lagi saya yakin bahwa doa ikhtiar yang terus kita bumikan cepat atau lambat akan mengetuk pintu langit, membujuk ridha Allah, dan akan membawa kita pada akhir dari penantian yang menakjubkan. Teruntuk dirimu, yang sebenarnya tidak lah jauh tapi tak pernah menyengaja diriku untuk bersua, yang sebenarnya tidaklah jauh tapi kita tak pernah meminta masa untuk adanya pertemuan di antara kita. Aku memberimu waktu untuk bersendiri dahulu dalam ketaatan, sambil terus mempersiapkan bekal-bekal terbaik untuk kamu bawa ketika datang menjemputku. Dan a...

Duhai, Pengemban Amanah

Untuk diriku, yang hatinya terlalu ringan sehingga begitu mudah Allah bolak-balikan, yang hatinya mudah tergores disebabkan lisan yg tak luput dari kekhilafan. Jika kamu anggap amanah ini sebagai beban, maka ia akan membebanimu. Jika kamu anggap amanah ini sebagai masalah, maka ia akan selalu menjadi masalah bagimu. Jika kamu anggap ini sebagai cara Allah untuk menjagamu, maka ia akan menjadi teman baik yang tak peduli berapa lama sudah engkau berelah, berapa banyak waktu yang kau luangkan, seberapa banyak rupiah yang kau korbankan dan seberapa banyak air mata yang engkau tumpahkan. Ia akan terus mengingatkanmu, bahwa setiap detik yang kau lalaikan akan dihisab di kemudian hari. Sekali lagi, jika benar pundakmu bukan pundak yang tepat, bukan pundak yang mereka anggap kuat, maka cepat atau lambat semuanya akan berakhir sebelum sampai di ujung. Pertanyakan niatmu! -Sofia Ezzudin

🌹Dedaunan, Shalawat, dan Air Mata🌹

Dikisahkan seorang ibu berusia lanjut (sebut saja namanya Aisyah) yang setiap hari beliau mendatangi sebuah mesjid yang terletak tidak jauh dari kediamannya. Ibu Aisyah datang ke mesjid tersebut untuk membersihkan dedaunan yang berjatuhan di halaman mesjid. Ibu Aisyah membersihkannya tidak menggunakan sapu atau kerokan yang umum digunakan oleh orang-orang, melainkan menggunakan sebuah tongkat yang di ujungnya terdapat paku. Beberapa remaja mesjid yang sering memperhatikan ibu Aisyah pun kebingungan melihat beliau membersihkan dedaunan yang jumlahnya tidak sedikit itu satu demi satu. Kalau saja Ibu Aisyah membersihkannya menggunakan sapu atau semacamnya, tentu tidak akan membutuhkan waktu lama. Hingga pada suatu pagi, salah seorang remaja mesjid membersihkan halaman mesjid itu sebelum ibu Aisyah datang. Tak lama setelah itu, ibu Aisyah pun datang ke mesjid untuk melakukan rutinitasnya. Sesampainya di sana, beliau mendapati bahwa halaman mesjid sudah bersih dari dedaunan. Sontak air...