Untukmu, yang Kelak Menggenggam Tanganku
Bukan cinta namanya, yang apabila keduanya mulai ada rasa kagum-mengagumi, kemudian mengambil jalan tengah; milik-memiliki tanpa menikahi.
Benar, cinta itu fitrah.
Benar, mencintai itu manusiawi.
Tetapi, ada kalanya cinta itu bertuhankan nafsu, hingga keduanya telah saling merasa berhak tanpa ada akad lebih dulu.
Si fulan yang entah dimana, yang sedang kusemogakan.
Sebelum engkau temukan aku dalam keadaan telah baik dan siap kau bimbing untuk menjadi yang lebih baik lagi, berbenah lah engkau dahulu.
Belajarlah menjadi hamba yang taat, jika kita berdampingan kelak, ajari aku agar dapat mengimbangi ketaatanmu.
Belajarlah menjadi suami yang baik, agar kelak aku bisa menjadi istri yang patuh kepadamu.
Belajarlah menjadi air, agar kelak jika aku memanas, engkaulah yang meredam amarahku.
Belajarlah menjadi ayah, agar kelak jika aku tak sempurna menjadi ibu dari anak-anakmu, engkaulah yang membantuku mendidik mereka.
Belajarlah mencintaiku, agar kelak jika kau dapati aku dirajai oleh sifat burukku, engkau tak punya alasan untuk melepaskan genggamanmu.
Belajarlah menjadi setia, agar kelak jika ajal sekalipun yang memisahkan, kita tetap ditemukan di Jannah-Nya.
Begitu juga aku. Masih ada celah-celah dalam diriku yang belum kutemui, belum sempurna aku telusuri. Sembari menunggumu, aku akan mencoba memperbaikinya.
Dan tak perlu khawatir, sesuatu yang akan kau miliki nanti (hatiku), sekarang tengah kukunci, tak 'kan kubiarkan orang yang tak Allah takdirkan untukku membukanya lebih dulu dengan jalan yang tak Allah Ridhai.
Aku sekarang sedang mencintaimu dalam diam, menjagamu dalam do'a, dan menantimu dalam hati 😊
Untukmu, yang semoga kelak berhujung denganku 😊
Komentar
Posting Komentar