Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Filosofia

(Saya adalah pembaca setia dari setiap tulisan saya.) ----- Nama merupakan pemberian orang tua yang di dalamnya telah mereka selipkan do'a serta pengharapan, yang tidak lain agar segala kebaikan senantiasa membersamai buah hatinya. Nah, ketika kita menemui seorang penulis atau seseorang yang gemar menulis tidak menggunakan nama aslinya pada setiap tulisannya, bukan berarti orang itu tidak bangga, tidak menghargai, atau tidak bersyukur atas nama yang diberikan orang tua kepadanya. Sebagian besar penulis atau orang yang gemar menulis menggunakan nama samaran (baca: nama pena) dengan maksud dan tujuan tertentu. Beberapa di antara alasan mengapa seorang penulis menggunakan nama pena dapat kita baca atau pelajari (jika memang ingin tahu) pada kajian Sejarah Sastra di Indonesia. Tulisan saya kali ini tidak akan menjabarkan terkait sejarah sastra, tetapi saya akan sedikit memaparkan filosofi dan arti dari nama pena saya. Novel Bumi Cinta merupakan novel pertama yang 'berhasil'...

Memahami, memahamkan :)

Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh Sebenarnya saya ingin menulis hal ini sejak 2 hari lalu, tetapi mengkhawatirkan akan lebih banyak mudarat daripada manfaat, maka saya urungkan niat itu. Namun, jemari saya terkadang tak cukup mampu bersabar untuk hal-hal semacam ini. Pun, bukan sepenuhnya ini kesalahan sang jemari, sebab ada hati dan otak yg berkolaborasi sehingga membuatnya berbuat demikian. Maka, lagi-lagi saya memberanikan diri menuangkan pendapat melalui beberapa paragraf di bawah ini. Saya tidak akan bicara dari segi IPA, sebab sewaktu SMA nilai IPA saya tidak terlalu bisa dibanggakan. Saya juga tidak akan bicara dari segi AGAMA, sebab ada guru-guru kita yang ilmunya jauh lebih mempuni, yang tak hanya mampu menyuguhkan  pendapat, tetapi juga menyuguhkan dalil-dalil yang kuat lagi menguatkan. Terkait yang sedang dinanti-nanti banyak orang dengan banyak perencanaan; 'Tahun Baru Masehi'. Ya, saya pernah menjadi orang yang menantikan saat pergantian antara puk...

Kepada Tujuku

Jarangnya perjumpaan kita tak lantas membuat cintaku padamu mengusang. Aku tak pernah khawatir rinduku terbalaskan atau tidak olehmu, yang aku tahu pada tiap langkahku ada ribuan do'a yang kau gumamkan dari kejauhan. Terima kasih, walau kau tak pernah berjanji untuk mencintaiku, namun kau selalu menunjukan padaku makna setia. Semoga Ayah disayang Allah❤

🌹Indah dalam Keterjagaan🌹

Kalau hari ini kita merasa tidak punya harta, bukan kah kita punya Allah yang Maha Kaya? Kalau hari ini kita merasa tidak berilmu, bukan kah kita selalu hidup dengan Allah yang Maha Tahu? (MBDTJ) Seseorang (wanita) akan menjadi indah apabila dia tidak memburukan dirinya (kufur nikmat). Seseorang (wanita) akan menjadi indah apabila dia yakin Allah akan mengindahkannya. Dan seseorang yang  meyakini bahwa keindahan itu merupakan titipan Allah untuknya, maka yakinlah ia akan berterimakasih pada Allah dengan cara menjaga sebaik mungkin keindahan itu.

Yang Tak Akan Terlewatkan

"Apa yang telah melewatkanku tidak pernah menjadi takdirku, dan apa yang menjadi takdirku tidak akan pernah melewatkaknku" (Ummar bin Khattab) Untuk sekarang, sedikit banyak saya memang mengkhawatirkan tentang jauhya jarak ini. Namun, lagi-lagi, saya sudah terbiasa dengan tak pernahnya ada sua dan suara di antara kita. Mungkin, kamu tak pernah berjanji untuk lekas datang menjemput. Saya juga tak berikrar untuk setia menanti. Namun, lagi-lagi saya yakin bahwa doa ikhtiar yang terus kita bumikan cepat atau lambat akan mengetuk pintu langit, membujuk ridha Allah, dan akan membawa kita pada akhir dari penantian yang menakjubkan. Teruntuk dirimu, yang sebenarnya tidak lah jauh tapi tak pernah menyengaja diriku untuk bersua, yang sebenarnya tidaklah jauh tapi kita tak pernah meminta masa untuk adanya pertemuan di antara kita. Aku memberimu waktu untuk bersendiri dahulu dalam ketaatan, sambil terus mempersiapkan bekal-bekal terbaik untuk kamu bawa ketika datang menjemputku. Dan a...

Duhai, Pengemban Amanah

Untuk diriku, yang hatinya terlalu ringan sehingga begitu mudah Allah bolak-balikan, yang hatinya mudah tergores disebabkan lisan yg tak luput dari kekhilafan. Jika kamu anggap amanah ini sebagai beban, maka ia akan membebanimu. Jika kamu anggap amanah ini sebagai masalah, maka ia akan selalu menjadi masalah bagimu. Jika kamu anggap ini sebagai cara Allah untuk menjagamu, maka ia akan menjadi teman baik yang tak peduli berapa lama sudah engkau berelah, berapa banyak waktu yang kau luangkan, seberapa banyak rupiah yang kau korbankan dan seberapa banyak air mata yang engkau tumpahkan. Ia akan terus mengingatkanmu, bahwa setiap detik yang kau lalaikan akan dihisab di kemudian hari. Sekali lagi, jika benar pundakmu bukan pundak yang tepat, bukan pundak yang mereka anggap kuat, maka cepat atau lambat semuanya akan berakhir sebelum sampai di ujung. Pertanyakan niatmu! -Sofia Ezzudin

🌹Dedaunan, Shalawat, dan Air Mata🌹

Dikisahkan seorang ibu berusia lanjut (sebut saja namanya Aisyah) yang setiap hari beliau mendatangi sebuah mesjid yang terletak tidak jauh dari kediamannya. Ibu Aisyah datang ke mesjid tersebut untuk membersihkan dedaunan yang berjatuhan di halaman mesjid. Ibu Aisyah membersihkannya tidak menggunakan sapu atau kerokan yang umum digunakan oleh orang-orang, melainkan menggunakan sebuah tongkat yang di ujungnya terdapat paku. Beberapa remaja mesjid yang sering memperhatikan ibu Aisyah pun kebingungan melihat beliau membersihkan dedaunan yang jumlahnya tidak sedikit itu satu demi satu. Kalau saja Ibu Aisyah membersihkannya menggunakan sapu atau semacamnya, tentu tidak akan membutuhkan waktu lama. Hingga pada suatu pagi, salah seorang remaja mesjid membersihkan halaman mesjid itu sebelum ibu Aisyah datang. Tak lama setelah itu, ibu Aisyah pun datang ke mesjid untuk melakukan rutinitasnya. Sesampainya di sana, beliau mendapati bahwa halaman mesjid sudah bersih dari dedaunan. Sontak air...

🌹Mawar Berduri di Tepi Jurang🌹

Gambar
Pada sebuah acara training motivasi, Pemateri seminar meminta kepada seluruh peserta untuk menggambar sesuatu yang mewakili dirinya. Entah itu tentang cita-citanya, keluarganya dan temannya. Sebagian besar peserta tidak menggambar dengan serius, tetapi ada salah seorang peserta wanita bernama Ummu, ia menggambar setangkai mawar yang dipenuhi duri dengan latar belakang warna hitam.  Akhir pemateri bertanya, apa alasan ia membuat gambar tersebut? Ummu pu. menjawabnya, "Saya menggambar mawar berduri. Mawar itu sempurna karena ada durinya. Tetapi banyak orang beranggapan duri pada mawar justru mengurangi keindahannya. Padahal duri itulah yang membuat mawar dikatakan mawar, duri itulah yang membuat mawar itu sempurna." Kemudian pemateri bertanya lagi, apa hubungan gambar tersebut dengan dirinya? Lalu Ummu kembali menjawab: "Saya wanita, saya menganggap diri saya layaknya mawar berduri. Duri itu merupakan aturan Allah bagi setiap wanita. Aturan Allah sama halnya duri pada ma...

🌹Semua Orang Punya Masalah🌹

Dikisahkan seorang ibu yg hari-harinya dipenuhi dengan kesedihan. Ibu tersebut memiliki beberapa orang anak, tetapi tak seorang pun anaknya tahu apa masalah apa yg sdg dialami ibunya, karena beliau tidak pernah mau menjawab ketika hal tsb ditanyakan padanya. Sampai suatu ketika, salah seorang anaknya meminta  agar sang ibu mengundang tetangga-tetangganya untuk makan besar di rumah (baca: semacam kenduri). Tiba lah pada hari yang telah ditentukan, tetamu pun datang untuk menghadiri undangan tsb. Sebelum acara berlangsung, sang Ibu menyampaikan sesuatu di hadapan tetamunya. "Anak saya berpesan, bahwa yang boleh memakan semua makanan ini hanya orang2 yang tidak punya masalah". Setelah mendengar pernyataan ibu tersebut, akhirnya tidak seorang pun tetamu yang memakan makanan yang telah dihidangkan. (Catatan: dikutip dari kajian Ust. Syafiq Riza Basalamah berjudul "Semua Orang Punya Masalah") . . Dari kisah di atas, dapat disimpulkan  bahwa, tak seorang pun di duni...

PBSI, Aku Jatuh Cinta❤

Aku pernah berada di posisi paling terpuruk dalam hidup, yakni mendapati kenyataan bahwa aku tidak lulus dalam seleksi untuk masuk ke PTN yang kuharapkan (SNMPTN). Tidak ada yang lebih menyakitkan kala itu, selain aku harus berbesar hati bahwa aku telah gagal menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom). Ilmu Komunikasi merupakan pilihan utamaku waktu itu. Apabila empat-lima tahun kemudian aku telah menyandang gelar sebagai sarjana Ilmu Komunikasi, harapanku tidak muluk-muluk —menjadi seorang jurnalis, itu saja. Sedangkal pengetahuan yang kumiliki waktu itu, apabila menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi, maka aku akan mendapatkan bekal pengetahuan mengenai tulis-menulis, suatu saat karyaku akan dimuat di beberapa media cetak dan dijual di toko-toko buku, kemudian dibaca oleh ribuan pasang mata. Singkat cerita, pada 9 Juni 2015, aku mendapati kenyataan bahwa Ilkom bukanlah takdirku, ternyata menjadi jurnalis bukan lah masa depanku. Seketika semuanya gelap, dua hari dua malam aku dirundu...

Untukmu, yang Kelak Menggenggam Tanganku

Gambar
Bukan cinta namanya, yang apabila keduanya mulai ada rasa kagum-mengagumi, kemudian mengambil jalan tengah; milik-memiliki tanpa menikahi. Benar, cinta itu fitrah. Benar, mencintai itu manusiawi. Tetapi, ada kalanya cinta itu bertuhankan nafsu, hingga keduanya telah saling merasa berhak tanpa ada akad lebih dulu. Si fulan yang entah dimana, yang sedang kusemogakan.  Sebelum engkau temukan aku dalam keadaan telah baik dan siap kau bimbing untuk menjadi yang lebih baik lagi, berbenah lah engkau dahulu.  Belajarlah menjadi hamba yang taat, jika kita berdampingan kelak, ajari aku agar dapat mengimbangi ketaatanmu. Belajarlah menjadi suami yang baik, agar kelak aku bisa menjadi istri yang patuh kepadamu. Belajarlah menjadi air, agar kelak jika aku memanas, engkaulah yang meredam amarahku. Belajarlah menjadi ayah, agar kelak jika aku tak sempurna menjadi ibu dari anak-anakmu, engkaulah yang membantuku mendidik mereka. Belajarlah mencintaiku, agar kelak jika kau dapati aku diraja...

Semua tentang Rindu

I. Bahwa jarak telah mendewasakanku, membuatku berteman baik dengan rasa sabar. Hingga akhirnya, untuk waktu lama aku bisa memahami sesuatu yang sebut rindu itu dengan sangat baik, merawatnya dengan sangat hati-hati, dan melepasnya apabila masanya telah tiba. Jika telah ada jalan bagiku untuk kembali, maka itu berarti bahwa rinduku telah sampai pada titik tertinggi 😊 Dan aku akan pulang~~~ Pekanbaru, 16 Juni 2017 II. Dan sekarang adalah masanya; masa dimana waktu harus kembali mengalah dengan jarak. Aku pulang, dengan membawa banyak peristiwa yang sudah kukemas rapi dalam sebuah ruang yang kusebut rindu. Aku pulang, sebab sudah tidak ada lagi alasan mengapa rindu itu harus terus kutahan. Aku pulang, untuk menagih jaanji waktu yang diwebut dengan perjumpaan. Pekanbaru, 14 Juni 2017 III. Bila rindu itu telah sampai pada titik tertingginya, maka jarak dan waktu pun akan mampu Ia kalahkan. Tembilahan, 14 Januari 2017 IV. Ada saat di mana kamu harus pergi (lagi), denga...

Hijabmu Memuliakanmu

Gambar
Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh .... Sahabat Shalihah, sudah percaya penuh tidak, bahwa wanita yang berusaha menjaga hijabnya sama saja sedang berusaha menjaga kehormatannya? Saya ingin sedikit berbagi cerita terkait pernyataan di atas. Cerita ini dialami oleh saya sendiri beberapa hari lalu. Rabu, 28 Juni 2017, saya diminta Ummi untuk pergi ke rumah salah seorang saudara yang berada di sekitar pasar, sebut saja nama saudara saya itu Dela. Tepat di depan rumah Dela, terdapat sebuah Pangakalan Ojek. Di Pangkalan tersebut terdapat beberapa orang yang tidak lain mereka ialah tukang ojek yang sedang menanti penumpang datang. Ketika hendak pulang, saya menunggu keponakan saya (sebut saja Davi) tepat di depan rumah Dela. Seperti yang saya katakan sebelumnya, rumah Dela persis bersebrangan dengan Pangkalan Ojek, maka otomatis pada saat itu saya juga sedang berada di depan pangkalan tersebut. Namanya juga Pangkalan Ojek, tentu diramaikan oleh para lelaki dengan usia yang b...

Sebuah Cerpen_MUTIARA

“Namaku Tia, kak”. Suara serak-serak basahnya masih terngiang di telingaku. Jum’at, 30 Desember 2016. Enam puluh menit sebelum bertemu Tia, aku masih meraba-raba apa sebenarnya hakikat  bersyukur itu. Aku masih mengeluhkan betapa banyak kemauanku yang belum Allah penuhi sampai hari ini. ****** Entah sudah berapa kali aku hanya numpang lewat di simpang empat itu. Yang paling sering kudapati ketika aku terjebak lampu merah di sana adalah, bapak-bapak pedagang mainan dan ibu-ibu pedagang koran. Yang ketika lampu merah menyala mereka sibuk mendekati pintu-pintu pengendara roda empat sembari menawarkan dagangan yang mereka bawa. Aku melihat harapan terlukis dari raut wajah mereka yang usang karena seharian disengat mahatari. Namun harapan itu lebib sering  hanya berbekas asap,  karena hampir tak satupun orang-orang yang ada di dalam kendaraan ber-AC itu tertarik untuk membeli dagangan mereka. Aku menyadari bahwa barang yang mereka jual memang tak banyak di...

Kritik Sastra Ekspresif_Novel Bumi Cinta

Nama         : Novia Fahronnisya Mata Kuliah: Menulis Kritik dan Esai Tugas         : Menulis Kritik Sastra Menggunakan Pendekatan Ekspresif Objek yang dikritik: Novel “Bumi Cinta”  (Karya Habiburrahman Elshirazy) --Kritik Sastra Menggunakan Pendekatan Objektif pada Novel ‘Bumi Cinta’--       Novel Bumi Cinta menceritakan tentang seorang pemuda bernama Muhammad Ayyas yang sedang melakukan penelitian ke Rusia. Novelis yang berhasil menggugah jiwa banyak orang melalui novel yang berjudul Bumi Cinta ini tidak lain ialah Kang Abik. Habiburrahman Elshirazy, atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan Kang Abik ini lahir di Semarang, Jawa Tengah,  pada 30 September 1976. Beliau pernah bersekolah di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen sambil mempelajari Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Anwar dan lulus pada 1992. Kemudian beliau melanjutkan SLTAnya di Madras...

Kritik Sastra Mimetik_Cerpen Gerobak

Nama          : Novia Fahronnisya Mata Kuliah : Menulis Kritik dan Esai Tugas          : Menulis Kritik Sastra Menggunakan Pendekatan Mimetik Objek yang dikritik : Cerpen “Gerobak”  (Karya Seno Gumira Aji Darma) --Kritik Sastra Menggunakan Pendekatan Mimetik pada Cerpen ‘Gerobak’--       Cerpen berjudul  'Gerobak' merupakan sebuah cerpen yang berisikan cerminan dari kenyataan perekonomian yang ada di Indonesia. Cerpen ini menceritakan tentang kesulitan hidup yang masih dirasakan oleh banyaknya masyarakat Indonesia. Salah satu bentuk nyata yang dapat kita lihat hari ini yaitu, banyaknya orang-orang yang mengais rezeki dengan cara meminta-minta di jalanan, bertempat tinggal di bawah kolong jembatan, sampai ada yang hidup berpindah-pindah di dalam gerobak dari tempat satu ke tempat yang lain. Gerobak-gerobak ters...

Kritik Sastra Objektif_Cerpen Selembar Cinta untuk Sofia

Nama          : Novia Fahronnisya Mata Kuliah : Menulis Kritik dan Esai Tugas          : Menulis Kritik Sastra Menggunakan Pendekatan Objektif Objek yang dikritik : Cerpen “Selembar Cinta untuk Sofia” (Karya Novia Fahronnisya) --Kritik Sastra Menggunakan Pendekatan Objektif pada Cerpen ‘Selembar Cinta untuk Sofia’--        Cerpen berjudul ‘Selembar Cinta untuk Sofia’ menceritakan tentang mimpi seorang anak manusia. Sofia, begitu sang penulis menamai tokoh utama dari cerpen ini. Sofia adalah penderita tuna netra yang dahulunya memiliki ketertarikan dan bakat dalam bidang fotografi. Dari bakat tersebut Sofia telah banyak mendulang prestasi. Kejayaan yang didapatinya dalam bidang fotografi tersebut ingin ia teruskan dengan mencoba mendaftar pada jurusan Photografi di Institut Seni Yogyakarta (ISY). Namun...

Kritik Sastra Pragmatik_Novel Sebelas Patriot

Nama         : Novia Fahronnisya (No. Presensi 5) Mata Kuliah : Menulis Kritik dan Esai Tugas          : Menulis Kritik Sastra Menggunakan Pendekatan Pragmatik Objek yang dikritik : Novel “Sebelas Patriot” (Karya Andrea Hirata) -- Kritik Sastra Menggunakan Pendekatan Pragmatik pada Novel ‘Sebelas Patriot’--       Novel Sebelas Patriot merupakan sebuah novel yang mengisahkan tetang kecintaan seorang anak kepada ayahnya serta kegigihannya dalam meraih mimpi-mimpi. Tokoh utama yang diceritakan di dalam novel tersebut ialah Ikal. Ikal merupakan seorang anak laki-laki yang memiliki cita-cita untuk menjadi pemain bola yang handal. Menjadi pemain bola yang handal juga merupakan cita-cita sang ayah, tetapi karena keadaan fisik yang tidak lagi memungkinkan, cita-cita tersebut terpaksa beliau kubur dalam-dalam. Dari situlah Ikal mempe...

Kritik Sastra Mimetik_Novel Di Bawah Telapak Kakimu

Nama         : Novia Fahronnisya (No. Presensi 5) Mata Kuliah: Menulis Kritik dan Esai TugasUAS   : Menulis Kritik Sastra Menggunakan Pendekatan Mimetik Objek yang dikritik: Novel “Di Bawah Telapak Kakimu” (Karya Taufiqurrahman Al-Azizy)         Novel yang berjudul “Di Bawah Telapak Kakimu” ini menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga yang terpecah. Perpecahan ini terjadi akibat salah satu pihak yang memperebutkan harta warisan. Mak Ijah dan Pak Haris merupakan kakak-beradik, dimana Pak Haris lah yang menjadi pemicu terjadinya permasalahan antara keduanya. Pak Haris mengaku-ngaku bahwa tanah peninggalan orang tua mereka adalah miliknya, padahal kenyataan sebenarnya adalah, tanah itu telah diwariskan kepada Mak Ijah. Lebih-lebih pada saat itu keadaan ekonomi keluarga Pak Haris sangat baik dan stabil, berbanding terbalik dengan Mak Ijah dan anaknya, Dimas, yang hidup serb...

Lestarikan Budaya bersama Praktikum Sastra

Inovasi Membuahkan Kreasi ●Tugas  Kuliah ●Wajib Pos Praktikum Sastra merupakan perhelatan akbar tahunan yang ditaja oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Riau. Selain menjadi ajang untuk mengembangkan dan mengapresiasi bakat seni siswa dan mahasiswa, Praktikum Sastra juga merupakan sebuah upaya dalam mempertahankan dan melestarikan budaya Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya sebuah lomba yang diperuntukkan bagi siswa jenjang sekolah dasar, yakni lomba Peragaan Busana Adat. Meskipun terbilang baru, lomba peragaan Busana Adat ini cukup menarik untuk diikuti. Terdapat 5 pasang peserta yang masing-masing mengenakan baju adat dari berbagai daerah di Indonesia. Secara tidak langsung, lomba Peragaan Busana adat ini menjadi salah satu upaya nyata pelestarian budaya Indonesia. Beragamya jenis pakaian yang dikenakan peserta saat perlombaan menunjukkan bahwa Indonesia merupakan Negara yang memiliki keanekaragaman yang indah dan harus sen...

Ayah, Aku Mencintaimu

Pertengahan tahun 2009, ini merupakan permintaan ayah untuk kali kesekian. Salah satu impian terbesar beliau adalah, agar anak bungsunya ini menjadi seorang santriwati. Dan untuk kali ke sekian pula, aku dengan tegas menentangnya. Ayah memang keras, tapi untuk kasus yang satu ini ayah tak lebih keras dariku. Bagiku ayah keliru apabila mengganggap bahwa lingkungan dapat menentukan dalam-dangkalnya keimanan seseorang. Akan kujawab semua kekeliruan Ayah nanti, pasti! Sungguh aku melihat begitu besar harapan beliau ketika memintaku untuk melanjutkan SLTP ke sekolah yang berbasis keagamaan. Namun aku tetap tak mampu mengindahkan harapan itu. Di benakku sudah tergambar berbagai hal membosankan dan menakutkan ketika menjadi santriwati nanti. Aku tak ingin masa mudaku terpenjara oleh kerasnya peraturan pesantren atau MTs. Bebas. Mungkin itu pilihan yang kuanggap paling benar waktu itu. Kerasnya kepalaku membuat Ayah kalah (red:mengalah), sampai akhirnya beliau mengizinkanku untuk mendaftar...

Ayah, Aku Mencintaimu

Pertengahan tahun 2009, ini adalah permintaan ayah untuk kali kesekian. Salah satu impian terbesar beliau adalah, agar anak bungsunya ini menjadi seorang santriwati. Dan untuk kali ke sekian pula, aku dengan tegas menentangnya. Ayah memang keras, tapi untuk kasus yang satu ini ayah tak lebih keras dariku. Bagiku ayah keliru apabila mengganggap bahwa lingkungan dapat menentukan dalam-dangkalnya keimanan seseorang. Akan kujawab semua kekeliruan Ayah nanti, pasti! Sungguh aku melihat begitu besar harapan beliau ketika memintaku untuk melanjutkan SLTP ke sekolah yang berbasis keagamaan. Namun aku tetap tak mampu mengindahkan harapan itu. Di benakku sudah tergambar berbagai hal membosankan dan menakutkan ketika menjadi santriwati nanti. Aku tak ingin masa mudaku terpenjara oleh kerasnya peraturan pesantren atau MTs. Bebas. Mungkin itu pilihan yang kuanggap paling benar waktu itu. Kerasnya kepalaku membuat Ayah kalah (baca:mengalah), sampai akhirnya beliau mengizinkanku untuk mendaftar...

Tentang Hikmah dan Hidayah

Gambar
Tak jarang apa yang Allah tetapkan dan apa yang kita inginkan tidak beriringan. Tak jarang kita dipaksa menikmati kekecewaan ketika takdir Allah tidak berpihak dengan apa yang kita harapkan. Namun bukankah Allah penulis skenario terbaik di dunia ini? Sudahkah kita mempercayai bahwa tak ada satupun ketentuannya tanpa maksud dan tujuan?  Percayalah, dengan mensyukuri semua akan terasa nikmat, semua akan terasa hikmat. Singkatnya, segala sesuatu yang Allah tetapkan pasti telah ada hikmah yang Allah sediakan. Namun seberapa sanggupkah kita bersabar untuk menanti hikmah itu tiba? ************* Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HAMPIR) ****** Penghujung masa putih abu-abu merupakan saat-saat yang berat sekaligus menegangkan bagi siswa kelas 12. Mereka dihadapi dengan banyak ujian dan pilihan; pilihan dan ujian itu yang menjadi salah satu penentu perjalanan mereka ke depannya. Bingung memilih jurusan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Ini merupakan salah satu dari berbaga...

--Jangan Takut Kehilanganku--

Gambar
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Teruntuk yang insyaa Allah selalu dalam lindungan Allah. Engkau, yang senantiasa menjadi bagian dalam keseharianku. Aku tidak pernah tahu mengapa Allah menghadirkan kau dalam hidupku hari itu. Sebagai teman biasakah? Namun hari demi hari menghantarkan aku pada satu jawaban yang sejak lama kupertanyakan 'mengapa Allah pertemukan kita?'. Ada apa di sebaliknya? Sejak hari itu kau bermetamorfosa menjadi teman tanpa 'saja'. Ada banyak mimpi dan obsesi yang sama-sama kita rajut. Ada banyak terjal dan kerikil yang coba sama-sama kita tapaki. Kita tak punya banyak kesamaan. Kau selalu kewalahan ketika harus menyamakan seleraku denganmu. Katamu kidahku ini terlalu kampungan. Aku tak menyangkalnya, sebab memang begitulah adanya. Ah, kebersamaan ini ebih dari 365 hari. Itu cukup lama, dan cukup panjang apabila semua kutuliskan di sini. Yang pasti semakin hari aku semakin menyatju denganmu. Di dirimu aku menemukan sosok karib yang ...

Assalamu'alaykum, Dinding Sajak

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh “...sesungguhnya jika kamu bersyukur, nisacaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim:7)” Alhamdullillah, segenap puji syukur kehadirat Allah Swt. atas nikmat islam, nikmat iman, dan nikmat hidup yang sampai hari ini dianugerahkan pada kita. Dari segala bentuk kasih sayang Allah tersebut, bagaimana mungkin kita bisa mengingkarinya? Allah begitu menyayangi kita tanpa memedulikan bagaimana acuhnya kita terhadap-Nya. Walau tak jarang kita lalai atas segala yang Dia perintahkan, Dia tak lantas membalasnya dengan balik melalaikan kita pula. Untuk itu, sebagai hamba sudah semestinya kita perbanyak syukur, perbanyak memuji dan persering mengingat-Nya. Dengan begitu Insyaa Allah, sebagaimana janjinya dalam potongan surah di atas, niscaya Dia akan menambahkan nikmat itu. Tak lupa saya haturkan sholawat beriring salam kepada kekasih Allah, yakni Baginda Rasulu...